Welcome To Cupang Hias Tanjungpinang - Bintan

Sabtu, 04 Juli 2015

TERNAK CUPANG



YOOK TERNAK CUPANG

Ternak Ikan Cupang Hias (Betta Splendens) memang susah-susah gampang..tapi kalau ditekuni,ini akan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. apalagi disaat zaman lagi susah cari kerja seperti sekarang ini…iya nggak?

Nah,kalau berminat berbisnis ikan cupang ini..terlebih dulu harus tahu cara-cara mengembang-biakan ikan-ikan cantik ini:Untuk membudidayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (encuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan..

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus IKAN CUPANG JANTAN

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan. Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah. Gerakannya agresif dan lincah. Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri IKAN CUPANG BETINA

Umur telah mencapai sekitar 4 bulan Bentuk badan membulat putih di sekitar perut menandakan siap kawin. Gerakannya lambat. Sirip pendek dan warnanya tidak menarik. kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih. 2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm. 3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari. 4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.

Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.

Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.

Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak

Ketika burayak ikan cupang sudah dapat berenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.

1. Pindahkan anakan bersama induk jantannya. 2. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup. 3. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.

Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pasca Panen

Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Cara Berkembang Biak

Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.

Langkah-langkah yang perlu diketahui :

1. Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif. 2. Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari. 3. Masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples, aquarium, ember, baskom) yang telah diberi tanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm). 4. Setelah 2-3 hari akan terlihat telur menempel pada daun atau rapia. 5. Pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.

Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam tubuhnya.

Selama 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.

Cara Perawatan

Induk ikan yang diberi makan cukup baik, setelah 2-3 minggu dapat dipindahkan kembali. Anak-anak ikan cupang dapat dijual setelah berumur 2 bulan. Setelah panjang 4 cm, anak-anak ikan dapat diberi makan cacing. Ikan jantan termasuk ikan yang sayang dengan keturunannya, dilihat dari kebiasaannya membuat busa pada substrat setiap akan mulai memijah. Sedangkan ikan betina kurang telaten merawat anaknya bahkan kadang-kadang memangsa anaknya sendiri sehingga harus cepat-cepat dipisahkan setelah bertelur. Untuk mendapatkan ikan jantan yang bentuk dan warnanya indah, biasanya setelah mencapal panjang 4,5 cm dimasukkan kedalam botol (toples, bekas selai, botol kopi, dll) dan diletakkan saling berdekatan satu sama lain agar dapat saling melihat selama ± 2 minggu, agar sirip ikan cupang tersebut mengembang karena saling menantang.

Untuk membudidayakan ikan cupang secara besar-besaran, dapat digunakan bak semen ukuran 1,5 x 3 m. Pemijahannya dilakukan dipinggir bak dengan mempergunakan kotak-kotak papan yang bagian depannya diberi saringan kasa plastik. Saringan ini dimaksudkan agar benih ikan dapat keluar dan kotak pemijahan, sedangkan induknya tetap berada di dalam kotak pemijahan. Ukuran kotak pemijahan 15 x cm atau 20 x 20 cm sedangkan cara perawatan sama dengan

ANEKA BENTUK SIRIP CUPANG HIAS

Salah satu daya tarik cupang hias (Betta splenders) adalah banyaknya variasi bentuk sirip dan aneka warna yang dipunyainya. Helai sirip cupang menjulang seperti selendang yang disebut juga slayer. tulang sirip mencuat keluar dari helai sirip menambah variasi penampilan cupang hias.

1. Tipe Sirip Butterfly Disebut juga dengan nama serit bulan atau serit kapas. Semua sirip berbentuk lebar dengan sirip ekor polos tanpa ada tulang sirip yang mencuat keluar. Apabila sedang mekar, maka seluruh sirip akan saling menutupi sehingga berbentuk seperti bulan.

2. Tipe Sirip Cagak Mirip dengan bentuk butterfly hanya saja sirip ekor terbelah dua di tengah sehingga biasa disebut juga double tail. Pembelahan di tengah tidak selalu harus simetris. Variasi dari tipe cagak antara lain tipe sirip berduri dan polos. Tipe cagak disebut juga split tail. Apabila posisi sirip punggung sejajar dengan posisi sirip perut disebut double tail super delta.

3. Tipe Serit Tunggal Disebut juga comb tail karena tulang siripnya menjulur keluar membentuk ruas seperti sisir. Bentuk sertit tunggal terlihat rapih.

4. Tipe Serit Silang Bentuk ini tergolong langka karena peluang kejadiannya satu ekor di antara ribuan anakan cupang. Karakter ini belum bisa dikembangkan untuk menjadi strain baru. Serit silang disebabkan pembentukan dari tulang sirip ekor yang saling bertentangan.

5. Tipe Serit Ganda Merupakan strain khas Indonesia, disebut juga ekor mahkota atau crown tail atau ekor mahkota. Oleh International Betta Congres (IBC) terdaftar sebagai kategori baru. Crown tail mempunyai ciri bagian ujung tulang sirip terpecah menjadi 2 atau 3 bagian.

6. Tipe Double ray Tipe serit 2 pada perkembangan selanjutnya terbelah lagi menjadi serit 4 dan seterusnya serit 8. Tipe serit 4 ada 2 macam yaitu berangkai dalam satu poros (disebut fourth) dan model 2 poros (diistilahkan sebagai dua – dua, dirumuskan sebagai DDR atau double – double – ray). Pada tipe serit terbelah 8 dirumuskan sebagai DDDR atau double – double – double – ray.

7. Tipe Highfin / Halfstand Posisi sirip punggung berdiri tegak. Pangkal sirip punggung hampir sama besar dengan pangkal sirip perut. Istilah highfin atau halfstand akan ditambahkan pada penamaan cupang sebelumnya. Misalnya apabila tipe serit ini terdapat pada cupang bertipe crown tail maka akan disebut crown tail halfstand.

8. Tipe Halfmoon Seluruh sirip saling menyatu membentuk setengah lingkaran atau separuh badan. Posisi pangkal depan sirip punggung sejajar dengan pangkal sirip perut. Tipe halfmoon kadang-kadang dijumpai terdapat pada tipe sirip cagak dan tipe butterfly. 9. Tipe Serit Balon Tipe serit balon mirip dengan tipe serit ganda tetapi pada setiap helai siripnya mengembang membentuk gelembung seperti balon. Cupang bertipe serit balon berpenampilan sangat gagah sehingga seringkali dijuluki maskulin crown tail.

10. Tipe Merak Tipe ekor serit merak sepintas mirip serit ganda, hanya berbeda pada panjang ekor. Serit berekor pendek, mekar dan bulat. Sirip perut dan sirip punggung lebih panjang jika dibandingkan dengan sirip ekor. Tipe merak disebut juga peacock crown tail.

Setelah mengetahui cara berternaknya, sekarang perlu diketahui bagaimana cara memeliharanya :

Cara Memelihara Ikan Cupang

Untuk mendapatkan jenis yang baik, ada beberapa saran untuk itu. Peliharalah yang masih bakalan (muda). Asalkan tidak cacat, berkelamin jantan, sehat dan lincah. Perhatikan pula warna tubuhnya yang harus cemerlang, warnanya harmonis, merata, baik di tubuh dan siripnya, serta bermental baja.

Menurut pengalaman para pakar, untuk memperoleh bakalan cupang hias yang baik memang tidak sesulit mendapatkan bakalan cupang aduan. Sebab cupang hias lebih mudah dilihat kelebihan fisiknya ketimbang jenis aduan yang kudu dinilai juga gaya bertarungnya, pukulan andalannya dan perilaku lain yang kadang susah ditebak jika tak melihat sendiri. Sementara cupang aduan belum dijamin kualitasnya hanya dengan melihat sosoknya.

Usia cupang bakalan yang ideal untuk dipelihara berkisar 1,5—5 bulan. Di umur itu, harganya lebih murah ketimbang kalau membeli yang dewasa. Lagi pula menyaksikan ia berkembang dan bertumbuh besar, punya keasyikan tersendiri. Saat ini cupang untuk kontes usianya 3—5 bulan dengan kategori yunior.

Untuk membekali cupang agar memenangkan kontes di kemudian hari, perlu mengikuti latihan. Training itu dilakukan saat ikan berusia ideal yakni 1,5—2 bulan dengan sarana yang ideal bagi perkembangannya. Ibarat melatih calon atlet, sebaiknya sejak dini juga diperkenalkan “teknik bertanding”.

Langkah-langkahnya sebagai berikut. Bila kita memperoleh dengan cara membeli, cupang dimasukkan ke dalam akuarium soliter dan diberi penyekat antar-akuarium lainnya. Air yang dipakai harus diganti tiap tiga hari sekali. Agar tetap nafsu makannya terjaga, airnya ditambahkan ammonia chloraminei dengan dosis 2 ml tiap 2,5 liter air.

Di pagi hari bukalah sekat setinggi setengah ketinggian air selama sepuluh menit. Ini bertujuan agar cupang saling berhadapan dan terbiasa mengembangkan sirip-siripnya di dalam air. Sesudah sepuluh menit, sekat kembali ditutup seluruhnya. Barulah diberi pakan sampai kenyang, tetapi usahakan agar tak ada sisa makanan untuk menjaga kebersihan air.Jika siang hari, sekat kembali dibuka. Biarkan sepuluh menit saling berhadapan. Setelah selesai, sekat ditutup kembali dan pakan diberikan. Sore hari, masukkan ke dalam akuarium cupang betina yang belum siap kawin. Biarkan selama 15—20 menit. Jika betina lebih galak, segera pisahkan. Bila telah selesai, pakan baru diberikan.

Pelatihan lain yang tak kalah penting adalah penjemuran. Namun frekuensinya tidak tiap hari, cukup dua kali seminggu dan lamanya sekitar 15—20 menit, sambil dihadapkan dengan cupang dari kategori lain. Sesudah itu jangan lupa untuk mengganti air dengan penyifonan (disedot), sisakan sepertiganya. Lalu isi dengan air yang sudah diinapkan.Pelatihan yang ajeg membuat cupang hias lebih siap disertakan dalam kontes “kecantikan cupang”. Tetapi untuk menjaga keutuhan sirip dan kesehatannya, sebelum dikonteskan, cupang dimasukkan dalam “pelatnas”, alias dipersiapkan secara khusus. Waktu yang ideal adalah seminggu sebelum kontes. Bukan main.

Kriteria Penilaian Cupang Hias

Dasar penilaian cupang hias jenis Serit (Crown Tail) adalah terletak pada 3 faktor penting yaitu:

1. Bentuk Tubuh : proporsi, kerapihan sirip atas/bawah/ekor 2. Warna Tubuh : Dasar/solid, kombinasi, mascot. 3. Kesehatan & Mental : sehat, tidak cacat, pemberani (tidak bacul). Bentuk Tubuh : Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah tubuh yang proporsional dan sirip/serit atas, bawah dan ekor rapi dan tidak patah.

Khusus untuk Serit pada ekor jika serit 2 semuanya harus 2 demikian juga untuk serit 4, tidak boleh ada serit yang tidak beraturan atau dikalangan hobist cupang biasa disebut dengan sirip Djie Sam Soe (2-3-4).

Serit cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit 8 bahkan ada yang 16 serta Serit Silang atau dijuluki King Crown Tail.

Untuk jenis Halfmoon ekor harus membentang 180 derajat, bahkan saat ini sudah ada yang lebih dari itu atau disebut Over Halfmoon.

Untuk Jenis Double Tail bentuk ekor menyerupai gambar “love” dan bentuk ekor atas dengan bawah tidak boleh ada yang lebih besar harus proporsional dan simetris.

Warna :

Warna dibagi dalam 3 kelompok yaitu

1. Warna Dasar/Solid ; seluruh bagian tubuh dan sirip/fin harus memiliki satu warna yang sama, misalnya merah, biru, abu-abu (steel), hitam, kuning, putih. Apabila pada bagian dasi (dorsal fin) membawa warna lain yang berbeda atau ada semburat warna lain dibagian tubuh/sirip maka tidak dapat dikatagorikan sebagai warna dasar. 2. Warna Kombinasi ; pada bagian tubuh atau sirip/fin memiliki perpaduan 2 atau lebih warna yang berbeda misalkan biru-merah, hitam-merah, merah-steel, hijau-merah, dll. 3. Warna Maskot ; sering juga disebut dengan Cambodian, pada tubuh ikan didominasi paduan warna merah keputihan ataupun warna lain seperti abu-abu, biru, dan hijau. Ada beberapa jenis ikan cupang hias memiliki warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain warna putih solid, kuning solid, mustard gas, purple gas marble (blantong), tricolor, dan warna tembaga (copper).

Pada jenis crown tail (serit) ikan yang memiliki warna bening pada siripnya (jenis butterfly) saat kontes seringkali di-diskwalifikasi oleh juri.

Sedangkan pada jenis Halfmoon dan Double Tail klasifikasi warna diatas termasuk jenis Butterfly diabaikan.

Ukuran Ikan. Umumnya dalam tiap kontes cupang hias di Indonesia yang dikelompokkan kedalam 3 kelompok ukuran panjang tubuh dan 3 kelompok warna, yaitu : Ø Ukuran Senior (ukuran tubuh 6 cm ke atas) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; Ø Ukuran Yunior (ukuran tubuh 4 cm – 6 cm) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; ukuran small; dan Ø Halfmoon & Double Tail : ukuran dan warna bebas. Walaupun kadang-kala ada penambahan kelas tambahan seperti kelas bebas (bebas warna/serit), bonsai/unik, betina, dan jenis Plakats yang saat ini mulai diminati. Cupang yang baik memiliki ekor lebar membentuk sudut 180 derajat dan memiliki serit tebal. Untuk jenis serit (crown tail) harus sama jumlah serit pada ekornya. Letak ekor seimbang dalam arti di tengah-tengah dan tidak menjorok ke atas/kebawah.

jenis jenis penyakit ikan cupang dan cara pengobatan



Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang jenis-jenis penyakit ikan cupang dan cara pengobatan sekaligus penyembuhan penyakit ikan cupang. Mungkin untuk pada cupanger benci sekali melihat ikan cupangnya kena penyakit, bukan? Maka dari itu mari kita simak bersama-sama untuk cara penyembuhan beberapa penyakit ikan cupang.

Berikut sudah saya kutip dari forum cupang
Indonesia. Beberapa jenis penyakt ikan cupang dan penanganannya. Perhatikan obat-obat yang diperlukan pada proses penyembuhannya seperti Blitz Icht maupun garam aquarium, dan lain-lain. Selengkapnya berikut ini.
1. Infeksi Jamur Kulit
Penyebab: Jamur, kondisi air yang kotor
Sifat Penyakit: Dapat menular
Gejala: Muncul bercak-bercak putih seperti kapas di badan ikan (seperti panuan), ikan jadi kurang aktif bergerak, bisa juga jadi nggak nafsu makan, sirip menguncup, warna memucat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yang sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Icht, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi pengobatan seperti di atas.
2. Fin Rot (Busuk Sirip)
Dari kiri ke kanan: Gigi ekor, Fin Rot tahap awal, Fin Rot tahap lanjut (supaya tidak tertukar antara Gigit Ekor dengan Fin Rot)
Penyebab: Bakteri, kondisi air yang kotor
Sifat Penyakit: Dapat menular
Gejala: Muncul warna gelap atau kadang kemerahan seperti berdarah di pinggiran sirip, sirip yang terserang lama kelamaan jadi habis seperti rontok/sobek, ikan masih tetap aktif bergerak, nafsu makan tetap baik, sirip bisa menguncup, warna memucat. Bila sudah parah busuknya akan merembet sampai ke badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yang sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dsb yang mana yang lebih mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- Atau: Gunakan General Tonic (bisa merk Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi pengobatan seperti di atas.
Note:
Sirip yang rusak bisa tumbuh kembali seperti semula, tapi nggak akan seindah dulunya (original).
3. White Spot atau Ick (Bintik putih)
Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dr pakan hidup yg krg bersih
Sifat Penyakit: Sangat menular
Gejala: Muncul bintik2 putih di badan ikan, ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip bisa menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, seperti berusaha menggaruk bdnnya.
Bila sdh parah bintik putihnya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Jemur ikan di bwh sinar Matahari pagi
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.
4. Velvet (Bintik emas/karatan)
Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dr pakan hidup yg krg bersih
Sifat Penyakit: Sangat menular
Gejala: Muncul bintik2 berwarna emas atau kdg seperti warna besi berkarat di badan ikan (dpt terlihat dgn bantuan sinar senter), ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip bisa menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, seperti berusaha menggaruk bdnnya.
Bila sdh parah bintik2nya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.
5. Pop Eye (Mata Bengkak)
Penyebab: Bakteri, kondisi air yg kotor
Sifat Penyakit: Dpt menular
Gejala: Mata ikan mulai membengkak, tahap awal bisa mulai dr 1 mata, kemudian merembet ke mata yg satunya lg, ikan kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.
Bila sdh parah bengkaknya akan semakin membesar sehingga ikan akan tampak seperti ikan mas Koki. Jika ketahuan pd saat mata sdh sgt besar/bengkak, besar kemungkinan ikan tdk akan selamat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet, dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.
6. Dropsy (Sisik Nanas)
Penyebab: Bakteri Internal (menyerang Ginjal), kondisi air yg kotor atau pakan yg kotor
Sifat Penyakit: SANGAT – SANGAT menular
Gejala: Perut ikan mulai membengkak, tdk bisa buang kotoran, tahap awal mirip seperti sembelit, ikan jd tdk aktif, nafsu makan berkurang seringkali tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.
Bila sdh parah perut akan semakin membengkak & berwarna kemerahan, sisik akan mulai terangkat mulai dr daerah perut sampai ke seluruh badan, sehingga ikan akan tampak seperti buah Nanas. Jika ketahuan pd saat sisik sdh mulai terangkat: Perbanyak Puasa & Doa, atau Say Good Bye ke ikan tsb…
Pengobatan:
Dikarenakan gejala awal dropsy yg seringkali mirip dgn sembelit, dan baru ketahuan pd saat sisik mulai terangkat, maka sangat sulit menyembuhkan penyakit ini, tp bila ketahuan pd saat tahap awal, ‘kemungkinan’ ikan msh bisa diobati.. (walaupun sy sdri sdh mencoba berbagai macam obat, tp tetap tdk dpt mengobatinya).
Jadi bila ketahuan pd tahap awal, bisa mencoba sbb:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet – sdh sy coba, tp tetap ga berhasil – dsb)
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik.
7. Swim Bladder Disorder (kembung atau sembelit)
Penyebab: Kebanyakan makan
Sifat Penyakit: Tidak menular
Gejala: Perut ikan membengkak, ikan jd sulit berenang, kadang berenang nungging/miring atau menggelosor saja dgn perutnya, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali.
Pengobatan:
- Coba sebengin dgn ikan lain supaya ngedok sampai ikannya pub, bila msh ga mau pub, kurangi ketinggian air aquarium
- Coba ikannya dipuasakan dulu
8. Inflamed Gills (Insang Memerah)
Penyebab: Kondisi air yg kotor, sehingga menyebabkan keracunan Nitrat
Sifat Penyakit: Tidak menular
Gejala: Insang memerah, kadang sampai membengkak krn infeksi, ikan jd susah bernafas & terengah2 berenang di permukaan air terus. Tutup insang tdk mau menutup rapat.
Pengobatan:
- GANTI AIR FULL yg rajin bro!!! , plg gak tiap 3 hari sekali
- Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)
- Garam Aquarium
9. Berak Putih
Penyebab: Internal Bakteri, kondisi air yg kotor
Sifat Penyakit: Dpt menular
Gejala: Kotoran ikan seperti memanjang, kadang2 seperti menggumpal & berwarna putih, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.
Pengobatan:
- Isolasi/karantina ikan yg sakit
- Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih
- Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- Atau: Acryflavine
- Garam Aquarium
- Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.
Itulah beberapa jenis-jenis penyakit yang dialami ikan cupang dan pengobatan yang bisa kita lakukan.

TIPS AND TRIK TENTANG IKAN CUPANG HIAS



Ikan cupang merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan sederhana.
Meskipun nampak sederhana, perawatan yang tepat diperlukan agar cupang kesayangan Anda tetap sehat dan lincah.
Mengetahui bagaimana cara memberi makan yang benar merupakan kunci keberhasilan pemeliharaan cupang.
1. Pastikan air akuarium tetap bersih dan segar setiap saat. Ikan cupang sangat rentan terhadap penyakit akibat bakteri yang ditularkan melalui air.
2. Saat memberi makan, pastikan ikan cupang melihat makanan memasuki akuarium. Ikan cupang lebih suka makan dari atas akuarium. Jatuhkan makanan di depan mulut cupang ketika ia melihatnya.
3. Ikan cupang agak rewel dalam urusan makanan. Pastikan untuk menyediakan makanan yang disukai cupang seperti pelet, jentik nyamuk, atau cacing merah.
Berikan makanan secara bertahap. Jika cupang sudah habis memakan semua makanan, Anda dapat memberikan porsi kedua dalam jumlah yang lebih sedikit.
4. Beri makan ikan cupang lebih banyak selama masa pra-pemijahan. Pada masa ini ikan cupang memerlukan energi lebih banyak. Namun beri makanan tidak lebih dari 4 kali sehari.
5. Anda dapat memberi makan anak ikan cupang setelah berumur setidaknya 5 hari. Beri makan mereka dengan kuning telur rebus.[]




Tips Ikan Hias: Cara Membersihkan Akuarium Ikan Cupang

Apakah air dalam wadah (akuarium) ikan cupang Anda kotor? Apakah cupang Anda terlihat lesu?
Segera ganti airnya!
Mengganti air akuarium cupang sangatlah mudah.
Berikut adalah cara mengganti air akuarium ikan cupang:
1. Langkah pertama, ambil mangkuk kosong dan isi dengan air bersih. Diamkan air sampai mencapai suhu ruangan.
2. Setelah air mencapai suhu ruangan, ambil jala dan pindahkan ikan cupang dari akuarium ke dalam mangkuk tersebut.
3. Selanjutnya, buang air dari akuarium. Jika terdapat batu atau aksesoris lainnya, bersihkan semuanya dalam air mengalir.
Bersihkan akuarium dengan sabun tetapi pastikan untuk membilas bersih sisa sabun dari akuarium.
4. Setelah bersih, isi kembali akarium dengan air. Biarkan air mencapai suhu ruangan sebelum memasukkan ikan cupang kedalamnya.[]




5 Tips Memberi Makan Ikan Cupang dengan Kacang Polong

Memelihara ikan cupang atau ikan betta bukan merupakan perkara sulit.
Ikan hias tersebut dikenal tidak memerlukan perawatan yang rumit.
Hanya saja, kewaspadaan tetap diperlukan terutama untuk mencegah masalah pencernaan pada ikan peliharaan Anda
Masalah pencernaan umum yang biasa menyerang ikan cupang adalah sembelit (konstipasi).
Sembelit ditandai dengan perut cupang yang tampak kembung.
Untuk menangani masalah ini, beri makan ikan cupang dengan kacang polong setidaknya seminggu sekali.
Kacang polong membantu membersihkan sistem pencernaan ikan cupang.
Sebelum memberi makan kacang polong, pastikan ikan cupang tidak diberi makan apapun selama satu hari.
Pada hari berikutnya, kacang polong bisa diberikan ke ikan peliharaan Anda. Berikut adalah caranya:
1. Siapkan kacang polong mentah secukupnya.
2. Rendam kacang polong dalam air selama 10 menit untuk melunakkan kulitnya.
3. Kupas kulit kacang polong dan bagi menjadi dua.
4. Cincang setengah bagian kacang polong dengan pisau hingga halus.
5. Masukkan kacang polong cincang ke akuarium ikan cupang.
Cincang setengah bagian lain jika cupang masih tampak lapar.
Tips Tambahan
-> Untuk mendapatkan perhatian cupang, gerakkan jari Anda di atas air sebelum menjatuhkan kacang polong cincang.
-> Jika cupang tidak tertarik makan, letakkan sepotong kacang polong pada ujung tusuk gigi dan gerakkan di sekitar akuarium.
Hati-hati, jangan sampai cupang terluka oleh tusuk gigi.
-> Bersihkan sisa kacang polong yang tidak termakan dari akuarium.[]




Tips Ikan Hias: Cara Merawat Anak Ikan Cupang

Ikan cupang atau ikan beta merupakan ikan hias yang memiliki warna beraneka ragam serta sirip yang panjang berjumbai.
Anak ikan cupang umumnya akan menetas dalam wadah (akuarium) yang sama dengan induknya. Sebelum bertelur, induk cupang akan membangun sarang gelembung dan meletakkan telur-telurnya di sana.
Biasanya, ikan cupang betina dipindahkan dari wadah sebelum telur menetas. Namun, cupang jantan tetap diletakkan dalam wadah sampai telur menetas.
Berikut adalah cara merawat anak ikan cupang yang baru menetas:
1. Beri makan anak ikan cupang dua kali sehari. Metabolisme anak cupang cukup cepat, sehingga mereka akan kelaparan jika tidak sering diberi makan.
Beri makan anak ikan cupang dengan kuning telur rebus. Pastikan ukuran kuning telur cukup kecil agar mudah dimakan oleh anak cupang.
2. Biarkan cupang jantan merawat anak-anaknya selama beberapa hari. Cupang jantan akan membuat sarang gelembung di bagian atas wadah.
Ketika menetas, bayi cupang akan jatuh ke dasar wadah dan cupang jantan akan menempatkan kembali anaknya ke dalam sarang gelembung dengan mulutnya.
Proses ini berulang setiap saat anak cupang jatuh. Setelah beberapa hari, cupang jantan dapat dipisahkan dari anaknya dan dipindahkan ke tempat lain.
3. Seiring waktu, anak cupang bisa diberi makanan yang lebih besar seperti cacing hidup atau cacing kering.
Namun ukuran makanan tersebut mungkin masih terlalu besar untuk anak cupang sehingga Anda perlu untuk memotongnya menjadi ukuran yang lebih kecil.
4. Wadah atau akuarium tidak perlu dibersihkan selama beberapa minggu pertama. Anak cupang masih berukuran terlalu kecil untuk menghasilkan limbah yang dapat mengotori air.
5. Sedapat mungkin tutup bagian atas akuarium. Akuarium yang terbuka rentan terhadap perubahan suhu. Suhu yang terlalu panas atau dingin bisa membuat anak cupang menjadi sakit.
6. Ketika anak cupang sudah berukuran sekitar 2 cm, pisahkan dan tempatkan mereka dalam wadah tersendiri.
Ikan cupang yang mulai dewasa akan saling bertarung bahkan sampai mati jika tidak dipisahkan.[]




Tips Ikan Hias: 9 Langkah Perawatan Ikan Cupang

Ikan cupang dikenal pula sebagai ikan beta atau ikan Siam merupakan ikan hias yang relatif mudah dipelihara.
Untuk alasan ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk merawat mereka.
Sekali ikan  cupang ditempatkan dalam wadah, Anda hanya perlu memberi makan dan mengganti airnya secara teratur.
Berikut adalah tips merawat ikan cupang:
1. Siapkan wadah sebelum Anda membeli ikan cupang. Ambil ember kosong dan isi dengan air bersih. Diamkan beberapa saat hingga air memiliki temperatur sama dengan suhu kamar.
2. Tambahkan batuan dan tanaman palsu ke dalam wadah. Tuangkan air dari ember ke dalam wadah.
3. Periksa suhu air dengan termometer. Suhu harus berada antara 22 hingga 27 derajat Celsius.
4. Periksa perbedaan suhu air antara wadah di rumah dengan wadah dari penjual ikan cupang. Pastikan suhu air dari kedua wadah tidak terpaut jauh.
5. Pindahkan cupang ke wadah dengan hati-hati. Proses pemindahan yang tidak mulus akan membuat cupang menjadi stres.
6. Beri makan ikan cupang dengan pelet atau makanan kering. Cupang juga bisa diberi makan pakan hidup seperti jentik nyamuk dan cacing.
7. Bersihkan wadah cupang setidaknya sekali seminggu. Siapkan dahulu tempat penampungan cupang saat Anda membersihkan wadahnya.
Pindahkan cupang ke wadah sementara menggunakan jaring ikan.
8. Cuci bagian dalam wadah secara menyeluruh dengan air hangat dan lap bersih dengan kain lembut. Cuci batuan dan tanaman palsu untuk menghilangkan kotoran dan lendir.
9. Tempatkan batu dan tanaman kembali ke dalam wadah. Isi ulang wadah dengan air bersih.
Jika perlu, diamkan air beberapa saat untuk mencapai suhu kamar. Pindahkan kembali cupang ke dalam wadah yang sudah dicuci dan diganti airnya.[]

 

 

Tips Ikan Hias: Fakta dan Informasi Mengenai Ikan Cupang

Cupang merupakan ikan yang banyak dipelihara karena warnanya yang beraneka ragam serta siripnya yang berjumbai indah.
Memelihara ikan cupang relatif mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Ikan cupang ideal diletakkan di kamar tidur anak, di kamar mandi, atau di meja kerja.
Cupang dikenal pula dengan nama ikan beta atau ikan Siam. Cupang jantan memiliki sifat agresif dan akan bertarung dengan cupang lain jika tidak ditempatkan dalam wadah terpisah.
Identifikasi
Ikan cupang jantan memiliki sirip berjumbai dengan beragam warna.
Ukuran cupang jantan bisa mencapai 6 cm hingga 8 cm, sedang cupang betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dengan bentuk dan warna sirip yang tidak seatraktif cupang jantan.
Ikan cupang umumnya didominasi warna putih, merah, biru dan ungu.
Habitat
Ikan cupang dapat dipelihara dalam wadah atau akuarium yang tidak terlalu besar.
Cupang jantan tidak boleh diletakkan dalam wadah yang sama karena mereka akan bertarung sampai mati.
Berbeda dengan yang jantan, ikan cupang betina dapat dipelihara bersama dalam satu wadah bahkan bisa dicampur dengan ikan lainnya seperti guppy dan molly.
Jangan memelihara ikan cupang jantan dan betina dalam satu wadah kecuali pada saat pemijahan karena cupang jantan bisa membunuh cupang betina.
Pakan
Ikan cupang bisa diberi makan berbagai makanan ikan dalam bentuk pelet, kering, atau pakan hidup.
Cupang hanya perlu diberi makan tiga kali per minggu. Terlalu sering memberi makan hanya akan memperpendek umur mereka dan membuat air dalam wadah cepat kotor.
Kesehatan
Ikan cupang yang dirawat baik dapat hidup 4-5 tahun. Ganti dua pertiga air sekali seminggu.
Jangan mengganti semua air sekaligus. Ikan cupang membutuhkan bakteri dalam air untuk bertahan hidup.
Suhu air yang optimal untuk cupang berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius. Cupang jantan lebih senang hidup dalam air yang tidak difilter sedang cupang betina lebih menyukai air yang difilter.
Asal
Cupang merupakan ikan asli dari Asia Tenggara dan bisa ditemukan hidup di area persawahan.[]

Tips Ikan Hias: Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Ikan cupang dapat dikawinkan sendiri di rumah karena prosesnya yang tidak terlalu rumit.
Meski tidak sulit, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses kawin berjalan sukses.
Berikut adalah tips mengawinkan ikan cupang:
1. Pisahkan ikan cupang betina dari cupang jantan setidaknya seminggu sebelum kawin.
Beri makan cupang betina dengan berbagai variasi makanan seperti pakan hidup, pelet, dan pakan kering dua kali sehari.
Ganti air dalam wadah lebih sering dengan air suhu suam-suam kuku. Ketika  cupang betina siap kawin, perutnya akan membengkak (berisi telur) di atas ukuran normal.
2. Biarkan cupang jantan selama beberapa hari di tangki pemijahan untuk membangun sarang dari gelembung kecil yang akan muncul di permukaan air.
3. Pindahkan cupang betina ke dalam tangki pemijahan. Cupang jantan akan mulai agresif mengejar cupang betina dan menggigit siripnya.
Jika perilaku cupang jantan terlalu agresif  sehingga dikhawatirkan bisa membunuh cupang betina, pisahkan keduanya dan coba lagi proses ini setelah beberapa hari.
4. Proses akan berlanjut dengan cupang jantan mulai menggesekkan tubuhnya ke cupang betina.
Pada tahap ini, cupang betina mulai melepaskan telurnya ke dalam air yang diiringi dengan pelepasan sperma oleh cupang jantan sehingga terjadi pembuahan.
Proses ini berlangsung sekitar 10 sampai 20 detik  dan bisa berulang selama beberapa jam. Cupang jantan kemudian akan mengambil telur dengan mulutnya dan meletakkannya ke dalam sarang gelembung.
5. Segera setelah kawin, pindahkan cupang betina dari wadah pemijahan sehingga terhindar dari perilaku agresif cupang jantan. Biarkan cupang jantan di dalam wadah bersama telur yang sudah dibuahi.
6. Dalam dua sampai tiga hari setelah kawin, ludah cupang jantan akan menyebabkan telur mulai menetas.
7. Pindahkan cupang jantan setelah dua hari ketika anak cupang sudah mampu berenang secara mandiri.[]